Breaking News

PERTEMUAN SP2TP DINAS KESEHATAN KOTA PALANGKA RAYA TAHUN 2017

Salah satu tujuan pembangunan bidang kesehatan adalah untuk meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan yang bermutu kepada masyarakat Indonesia.  Tujuan utama upaya pelayanan kesehatan adalah terselenggaranya upaya kesehatan yang tercapai (accessible), terjangkau (affordable) dan bermutu (quality) untuk menjamin terselenggaranya pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal.  Penyelenggaraan upaya kesehatan sangat dipengaruhi oleh manajemen kesehatan dimana didalamnya terdapat unsur penyelenggaraan sistem informasi, dukungan IPTEK, hukum dan administrasi kesehatan yang berhasil guna dan berdaya guna.

Sistem informasi manajemen kesehatan puskesmas yang merupakan unsur manajemen kesehatan adalah hasil pengumpulan dan pengolahan data sebagai bahan masukan bagi pengambil keputusan dibidang kesehatan.  Sistem informasi pada tingkat puskesmas dikenal dengan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP).

Sejak tahun 2014, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya telah menggunakan format SP2TP mengacu pada ICD-10 (The International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems, paling sering dikenal dengan singkatan ICD).  ICD-10 merupakan standar klasifikasi diagnosa Internasional yang berguna bagi kepentingan epidemiologi dan manajemen kesehatan karena ICD-10 dapat memberikan rincian beragam penyakit dan masalah yang berkaitan dengan kesehatan. ICD-10 mempunyai tujuan untuk mendapatkan rekaman sistematik, melakukan analisa, interpretasi serta membandingkan data morbiditas dan mortalitas dari negara yang berbeda atau antar wilayah dan pada waktu yang berbeda.  Sedangkan ICD-10 digunakan untuk menterjemahkan diagnosa penyakit dan masalah kesehatan dari kata-kata menjadi kode alfanumerik yang akan memudahkan penyimpanan, mendapatkan data kembali dan analisa data.  Ciri utama pada ICD-10 adalah koding alfanumerik, berupa satu huruf yang diikuti dengan 3 angka untuk tingkatan 4 karakter.  Hal ini memberi efek lebih luas dibandingkan dengan pada revisi 9.

Namun kenyataannya masih banyak kendala dalam pelaksanaan SP2TP terutama dalam ketepatan waktu pelaporan, jenis-jenis penyakit, dan hal-hal lain yang terkait dengan sistem pengelolaan data hasil kegiatan di puskesmas. Karena itu perlu dilaksanakan pertemuan antara pengelola SP2TP di Puskesmas dan Dinas Kesehatan, sehingga didapatkan data yang validitasnya tinggi, sebagai dasar pengambilan keputusan serta kebijakan program kesehatan di Kota Palangka Raya.

Tujuan pertemuan SP2TP kali ini adalah:

  1. Terumuskannya format SP2TP agar data/informasi lebih akurat sesuai ICD X
  2. Sinkronisasi data antara Laporan dari Puskesmas ke Pengelola SP2TP dengan Laporan dari Puskesmas ke pemegang Program di Dinas Kesehatan
  3. Kesepakatan hal – hal yang berhubungan dengan SP2TP baik mengenai pelaporan dan kesepakatan antara pengelola SP2TP dari Puskesmas dan Pengelola SP2TP Puskesmas di Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya.
  4. Minimalisasi kesalahan pengisian data/informasi

Pertemuan diikuti oleh 25 orang peserta terdiri dari 10 orang pengelola SP2TP di Puskesmas, dan 15 orang pengelola program kesehatan di Dinas Kesehatan. Pertemuan dilaksanakan pada tanggal 5 Juni  2017 di Ruang Rapat “Rahan Pumpung Kapakat” Kantor Bappeda Kota Palangka Raya. Kegiatan ini dibiayai APBD Kota Palangka Raya Tahun 2017 (DPA-Dinas Kesehatan tahun 2017/KTR).

Tinggalkan Balasan