Breaking News

PERTEMUAN PENGUATAN PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI TERPADU (PKRT) KOTA PALANGKA RAYA TAHUN 2018

Indonesia adalah salah satu Negara yang menyepakati hasil Konferensi Internasional tentang Kependudukan dan Pembangunan sedunia (International Conference on Population and Development/ICPD) pada tahun 1994 di Cairo. Yang menjadi fokus perhatian adalah pada kesehatan reproduksi dengan mengutamakan kesehatan untuk pemenuhan hak-hak reproduksi perorangan dalam pengelolaan masalah kependudukan dan pembangunan.

Sebagai tindak lanjut kesepakatan tersebut di Jakarta pada tahun 1996 dan 2003 telah dilaksanakan Lokakarya Nasional Kesehatan Reproduksi  yang mana salah satu hasil dari lokakarya nasional tersebut  adalah sebagai upaya pemenuhan hak-hak reproduksi maka pelayanan kesehatan reproduksi harus dilaksanakan secara terpadu di tingkat pelayanan dasar melalui pendekatan siklus hidup atau life cycle approach yang dimulai sejak masa pra hamil, hamil, bersalin dan nifas, bayi, balita, remaja, dewasa hingga lanjut usia. Kesehatan reproduksi terpadu pada dasarnya merupakan pelayanan integrative dari program-program dalam ruang lingkup kesehatan reproduksi yang sudah tersedia di tingkat pelayanan dasar.

Penerapan pelayanan kesehatan reproduksi terpadu (PKRT) dilaksanakan dengan mengintegrasikan komponen-komponen program dalam ruang lingkup kesehatan reproduksi yang meliputi kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, kesehatan reproduksi remaja, pencegahan dan penanggulangan infeksi menular seksual (IMS), dan infeksi saluran reproduksi (ISR), termasuk HIV-AIDS, kanker dan ostheophorosis pada usia lanjut dan berbagai aspek kesehatan reproduksi lainnya. Karena luasnya ruang lingkup kesehatan reproduksi maka menuntut penanganan secara lintas program dan lintas sector serta keterlibatan dari Organisasi profesi dan masyarakat.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2017 lalu, telah mengadakan Pertemuan Penguatan Pelayanan Kesehatan Reproduksi Terpadu (PKRT) bagi pengelola program untuk seluruh kabupaten/kota termasuk Kota Palangka Raya. Dari hasil kegiatan tersebut selain mendapatkan materi tentang Pelayanan Kesehatan Reproduksi Terpadu (PKRT)  juga ditetapkan Puskesmas  yang mampu PKRT.

Di Kota Palangka Raya, puskesmas yang ditetapkan sebagai Puskesmas PKRT adalah Puskesmas Pahandut,  yang mana harapan ke depan akan ada beberapa puskesmas yang ditunjuk untuk mampu melaksanakan PKRT. Untuk memantapkan kemampuan para petugas puskesmas yang ada di Kota Palangka Raya  inilah maka dirasa perlu untuk menyelenggarakan Pertemuan Penguatan  Pelayanan Kesehatan Reproduksi Terpadu (PKRT) bagi petugas puskesmas.

Tujuan dari Penguatan PKRT ini adalah:

  1. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Reproduksi Terpadu (PKRT) sesuai pedoman/standar pelayanan kesehatan.
  2. Mensinergiskan penerapan Pelayanan Kesehatan Reproduksi Terpadu (PKRT) dengan komponen-komponen program dalam ruang lingkup kesehatan reproduksi yang meliputi kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, kesehatan reproduksi remaja, pencegahan dan penanggulangan infeksi menular seksual (IMS), dan infeksi saluran reproduksi (ISR), termasuk HIV-AIDS, kanker dan osteoporosis pada usia lanjut dan berbagai aspek kesehatan reproduksi lainnya.
  3. Meningkatkan kemampuan Puskesmas melaksanakan Pelayanan Kesehatan Reproduksi Terpadu (PKRT) sebagai bagian dari upaya Puskesmas yang telah terakreditasi.

Kegiatan Penguatan PKRT dilaksanakan pada tanggal 28 Februari  2018 di Aula Bappeda Kota Palangka Raya, dengan peserta sebanyak 28 orang dengan rincian :

  • 11 orang pengelola PKPR Puskesmas
  • 11 orang petugas KIA Puskesmas
  • 11 orang pengelola HIV-AIDS Puskesmas
  • 11 orang pengelola lansia Puskesmas
  • 4 orang dari Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya

Narasumber  berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dan Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya.

Tinggalkan Balasan