Breaking News

ORIENTASI STIMULASI, DETEKSI DAN INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK (SDIDTK) BAGI GURU PAUD/TK DI WILAYAH KOTA PALANGKA RAYA

Pembangunan kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun manusia seutuhnya antara lain diselenggarakan melalui upaya kesehatan anak yang dilakukan sedini mungkin sejak anak masih didalam kandungan sampai lima tahun pertama kehidupannya hal ini ditujukan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak agar mencapai tumbuh kembang optimal baik fisik, mental, emosional maupun social serta memiliki intelegensi majemuk sesuai dengan potensi genetiknya.

Penelitian oleh Bloom mengenai kecerdasan yang menunjukkan bahwa kurun waktu 4 tahun pertama usia anak, perkembangan kognitifnya mencapai sekitar 50%, kurun waktu 8 tahun mencapai 80%, dan mencapai 100% setelah anak berusia 18 tahun. Oleh karena masa lima tahun pertama kehidupannya merupakan masa yang sangat peka terhadap lingkungan dan masa ini berlangsung sangat pendek serta tidak dapat diulang lagi, maka masa balita disebut sebagai “masa keemasan” (golden period),”jendela kesempatan “(windaw of opportunity) dan masa kritis “(critical period) 2) Di Indonesia jumlah balita sangat besar yaitu sekitar 10 persen dari seluruh populasi, maka sebagai calon generasi penerus bangsa, kualitas tumbuh kembang balita diIndonesia perlu mendapat perhatian serius yaitu mendapat gizi yang baik, stimulasi yang memadai serta terjangkau oleh pelayanan kesehatan berkualitas termasuk deteksi dini dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang.1)

Berkaitan dengan hal tersebut stimulasi pertumbuhan dan perkembangan menjadi hal yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak yang mendapat stimulasi yang terarah dan teratur akan lebih cepat berkembang dibandingkan anak yang kurang mendapat stimulasi. Dengan demikian diperlukan suatu metode untuk mendeteksi dini dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang. Disinilah letak peran strategis SDIDTK. Salah satu program pemerintah untuk menunjang upaya tersebut adalah diterbitkannya buku pedoman pelaksanaan Stimulasi, Deteksi Dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak diTingkat Pelayanan Kesehatan Dasar 3) Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) anak yaitu suatu kegiatan untuk merangsang kemampuan dasar anak usia 0 – 6 tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal, serta untuk menemukan penyimpangan secara dini agar lebih mudah dilakukan intervensi. Melalui kegiatan SDIDTK kondisi terparah dari penyimpangan pertumbuhan anak seperti gizi buruk dapat dicegah, karena sebelum anak jatuh dalam kondisi gizi buruk, penyimpangan pertumbuhan yang terjadi pada anak dapat terdeteksi melalui kegiatan SDIDTK.
Selain mencegah terjadinya penyimpangan pertumbuhan, kegiatan SDIDTK juga mencegah terjadinya penyimpangan perkembangan dan penyimpangan mental emosional)

SDIDTK Diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antara : keluarga, masyarakat dengan tenaga professional (kesehatan, pendidikan dan sosial). Indikator keberhasilan program SDIDTK adalah 90% balita dan anak prasekolah terjangkau oleh kegiatan SDIDTK pada tahun 2010. Tujuan agar semua balita umur 0–5 tahun dan anak prasekolah umur 5-6 tahun tumbuh dan berkembang secara optimal.4) Salah satu yang berperan dalam Stimulasi deteksi dini dan intervensi tumbuh kembang anak adalah guru di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang akan melakukan deteksi dini pada anak terutama yang bersekolah di PAUD. Di Kota Palangka terdapat sekitar 30 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan 110 TK (diluar wilayah Kecamatan Bukit Batu dan Rakumpit), sehingga hal ini dianggap perlu untuk dilakukan Orientasi SDIDTK bagi para guru, karena para guru sebagai garda terdepan yang setiap hari berhadapan dengan anak, diharapkan mempunyai kemampuan untuk menstimulasi kemampuan dasar anak umur 3-5 tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal, serta mendeteksi jika ada penyimpangan secara dini dan melakukan rujukan ke tenaga kesehatan agar lebih mudah dilakukan intervensi.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.