Breaking News

DITEMUKAN KASUS TERSANGKA DIFTERI DI KOTA PALANGKA RAYA

Penyakit Difteri adalah penyakit menular akut pada tonsil, faring dan hidung, kadang-kadang pada selaput mukosa dan kulit. Difteri dapat menyerang orang yang tidak mempunyai kekebalan. Suatu wilayah dinyatakan KLB Difteri  jika Difteri ditemukan 1 kasus difteri di masyarakat yang laporkan secara berjenjang dan dilakukan penyelidikan epidemiologi menurut  Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1501/Menkes/Per/X/2010

Selain Difteri ada beberapa jenis penyakit menular tertentu yang dapat menimbulkan wabah, antara lain : Kolera,Pes, Demam berdarah Dengue, Campak, Polio, pertusis, Rabies, Malaria. Avian Influenza H5N1, Antraks, Leptospirosis, Hepatitis, Influenza A baru (H1N1) ;  Pandemi 2009, Meningitis, Yellow Fever, Chikungunya.

Laporan terjadinya kasus tersangka Dipteri berasal dari RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya tanggal 25 Agustus 2017 pukul 07.32 WIB. Pasien bernama  Kn umur 6 tahun dengan alamat rumah di Kelurahan Palangka Kecamatan Jekan Raya Palangka Raya. Adapun kronologis penanganan, penanggulangan, dan tindak lanjut  yang telah dilaksanakan antara lain adalah :

  • Tanggal 25 Agustus 2017 telah diambil swab tenggorokan dari penderita dan kontak serumah yaitu ayah, ibu dan adiknya.
  • Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Tengah beserta petugas Puskesmas Bukit Hindu melaksanakan penyelidikan epidemiologi ke tempat tinggal penderita dan sekolah penderita untuk mencari kontak kasus
  • Tanggal 26 Agustus 2017 petugas Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya beserta petugas Puskesmas Bukit Hindu melakukan :
  1. Pemberian propilaksis berupa eritromycin sesuai petunjuk
  2. Pengambilan swab tenggorokan kontak kasus di sekolah dan di tempat tinggal penderita
  • Tanggal 28 Agustus 2017 petugas imunisasi Puskesmas Bukit Hindu beserta Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) yaitu penyuntikan vaksin difteri (DPT HB/DT/TD) terhadap kontak kasus (rumah dan sekolah).
  • Semua teman satu kelas penderita sejumlah 35 (tiga puluh lima) orang mendapat imunisasi DT, 1 (satu) orang tidak diimunisasi dengan alasan mempunyai kelainan genetic (orang tua menandatangani surat pernyataan).
  • 1 (satu) orang siswa An. P tidak diberikan vaksinasi DT karena sedang dalam kondisi demam, didapatkan hasil pemeriksaan fisik anak tersebut ada putih keabu-abuan di lidah (+) dan lendir (+). Siswa tersebut oleh Puskesmas Bukit Hindu di rujuk ke Rumah Sakit untuk dilakukan pemeriksaan lengkap.

Penanggulangan KLB Difteri ditujukan pada upaya pengobatan penderita untuk mencegah komplikasi yang berat serta sekaligus menghilangkan sumber penularan. Adapun beberapa kegiatan Penanggulangan KLB  yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya melalui Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) antara lain :

  1. Penyelidikan Epidemiologi KLB
  2. Pelacakan kasus
  3. Identifikasi kasus : kontak serumah dan kontak sekolah / tetangga
  4. Penanggulangan KLB
  5. Tatalaksana kasus : pemberian ADS dan pengobatan
  6. Tatalaksana kontak : pemberian profilaksis
  7. Kegiatan imunisasi : Outbreak Respons Immunization
  8. Surveilans ketat

Adapun kronologis penanganan, penanggulangan, dan tindak lanjut  yang telah dilaksanakan antara lain adalah :

  • Tanggal 25 Agustus 2017 telah diambil swab tenggorokan dari penderita dan kontak serumah yaitu ayah, ibu dan adiknya.
  • Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Tengah beserta petugas Puskesmas Bukit Hindu melaksanakan penyelidikan epidemiologi ke tempat tinggal penderita dan sekolah penderita untuk mencari kontak kasus
  • Tanggal 26 Agustus 2017 petugas Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya beserta petugas Puskesmas Bukit Hindu melakukan :
  1. Pemberian propilaksis berupa eritromycin sesuai petunjuk
  2. Pengambilan swab tenggorokan kontak kasus di sekolah dan di tempat tinggal penderita
  • Tanggal 28 Agustus 2017 petugas imunisasi Puskesmas Bukit Hindu beserta Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) yaitu penyuntikan vaksin difteri (DPT HB/DT/TD) terhadap kontak kasus (rumah dan sekolah).
  • Semua teman satu kelas penderita sejumlah 35 (tiga puluh lima) orang mendapat imunisasi DT, 1 (satu) orang tidak diimunisasi dengan alasan mempunyai kelainan genetic (orang tua menandatangani surat pernyataan).
  • 1 (satu) orang siswa An. P tidak diberikan vaksinasi DT karena sedang dalam kondisi demam, didapatkan hasil pemeriksaan fisik anak tersebut ada putih keabu-abuan di lidah (+) dan lendir (+). Siswa tersebut oleh Puskesmas Bukit Hindu di rujuk ke Rumah Sakit untuk dilakukan pemeriksaan lengkap.

Penanggulangan KLB Difteri dilaksanakan secara bersama dan berjenjang antara Petugas Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya (Seksi Surveilans dan Imunisasi), petugas Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dan Petugas Puskesmas Bukit Hindu (Petugas Surveilans dan Petugas Imunisasi), serta pihak Rumah Sakit Dr. Doris Sylvanus  sesuai dengan protap  penanggulangan KLB.

Tinggalkan Balasan